Sabtu, 29 September 2012

Tempat Parkir Mall Jadi Tempat Kejahatan


Tempat Parkir Mall Jadi Tempat Kejahatan
Share: http://sumutcyber.com/img/ico_myspace.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_fb.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_digg.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_delicious.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_reddit.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_stubble.gif

Jumat, 10 Februari 2012 | 11:21:15
MEDAN,sumutcbyer-Aksi kejahatan yang dilakukan di basement plataran parkir Carrefour Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (08/02/2012) kemarin, mengundang rekasi dari anggota DPRD Medan, Juliandi Siregar S.Pd., MSi, ia menilai seharusnya tempat parkir menjadi areal yang nyaman bagi warga yang berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut.

"Ini merupakan masalah buruk yang terjadi di Kota Medan, dimana kejahatan ternyata tak bisa terdeteksi di tempat parkir pusat perbelanjaan tersebut," ungkap Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu kepada wartawan di Medan, Jumat (10/02/2012).

Juliandi menilai, pihak pengelola pusat perbelanjaan/mall seharusnya jeli dengan persoalan ini dimana tempat parkir seharusnya mempunyai keamanan maksimal sehingga pengunjung pusat perbelanjaan tersebut ramai dikunjungi. "Kejadian ini bukti tidak adanya pengawasan dan pengamanan maksimal. Dimana para sekurity yang seharusnya ditempatkan di objek-objek tertentu di pusat perbelanjaan tersebut," ungkapnya.

Juliandi menilai, permasalahan ini harus disikapi serius sehingga aksi kejahatan di tempat parkir bisa dicegah. "Ini harus menjadi perhatian kedepan, jangan sampai tempat parkir menjadi tempat yang paling nyaman bagi pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya," ungkap Juliandi.

Politisi Dapil I Medan ini mengingatkan pengelola pusat perbelanjaan untuk serius dalam jaminan keamanan bagi pengunjung. "Jangan pulak promosi produk dan jualannya saja yang diperhatikan, keamanan juga harus menjadi prioritas utama. Sebab kita tahu pengunjung juga berhak mendapatkan kenyamanan sebab mereka telah membayar uang parkir," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pihak Pemerintak Kota Medan juga diingatkan untuk selalu mengawasi pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Medan. "Dinas-dinas terkait untuk serius memperhatikan persoalan ini, jangan hanya memberikan izin berdirinya pusat perbelanjaan namun jaminan keamanan kepada pengunjung malah jadi pengabaian," ungkapnya.

Seperti diketahui Rabu (08/02/2012) aksi penculikan disertai penganiayaan, pencurian dan pemerkosaan yang dilakukan seorang Sahrial als Rial (26) warga Jalan Rumah Potong Hewan, Gang Bahagia II, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dengan modus  mengincar korbannya,dengan mengunjungi basement plataran parkir Carrefour Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto Medan. (sc/syam/mdn)



Tempat Parkir Mall Jadi Tempat Kejahatan
Share: http://sumutcyber.com/img/ico_myspace.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_fb.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_digg.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_delicious.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_reddit.gifhttp://sumutcyber.com/img/ico_stubble.gif

Jumat, 10 Februari 2012 | 11:21:15
MEDAN,sumutcbyer-Aksi kejahatan yang dilakukan di basement plataran parkir Carrefour Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (08/02/2012) kemarin, mengundang rekasi dari anggota DPRD Medan, Juliandi Siregar S.Pd., MSi, ia menilai seharusnya tempat parkir menjadi areal yang nyaman bagi warga yang berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut.

"Ini merupakan masalah buruk yang terjadi di Kota Medan, dimana kejahatan ternyata tak bisa terdeteksi di tempat parkir pusat perbelanjaan tersebut," ungkap Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu kepada wartawan di Medan, Jumat (10/02/2012).

Juliandi menilai, pihak pengelola pusat perbelanjaan/mall seharusnya jeli dengan persoalan ini dimana tempat parkir seharusnya mempunyai keamanan maksimal sehingga pengunjung pusat perbelanjaan tersebut ramai dikunjungi. "Kejadian ini bukti tidak adanya pengawasan dan pengamanan maksimal. Dimana para sekurity yang seharusnya ditempatkan di objek-objek tertentu di pusat perbelanjaan tersebut," ungkapnya.

Juliandi menilai, permasalahan ini harus disikapi serius sehingga aksi kejahatan di tempat parkir bisa dicegah. "Ini harus menjadi perhatian kedepan, jangan sampai tempat parkir menjadi tempat yang paling nyaman bagi pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya," ungkap Juliandi.

Politisi Dapil I Medan ini mengingatkan pengelola pusat perbelanjaan untuk serius dalam jaminan keamanan bagi pengunjung. "Jangan pulak promosi produk dan jualannya saja yang diperhatikan, keamanan juga harus menjadi prioritas utama. Sebab kita tahu pengunjung juga berhak mendapatkan kenyamanan sebab mereka telah membayar uang parkir," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pihak Pemerintak Kota Medan juga diingatkan untuk selalu mengawasi pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Medan. "Dinas-dinas terkait untuk serius memperhatikan persoalan ini, jangan hanya memberikan izin berdirinya pusat perbelanjaan namun jaminan keamanan kepada pengunjung malah jadi pengabaian," ungkapnya.

Seperti diketahui Rabu (08/02/2012) aksi penculikan disertai penganiayaan, pencurian dan pemerkosaan yang dilakukan seorang Sahrial als Rial (26) warga Jalan Rumah Potong Hewan, Gang Bahagia II, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dengan modus  mengincar korbannya,dengan mengunjungi basement plataran parkir Carrefour Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto Medan. (sc/syam/mdn)

Kamis, 27 September 2012

TEMU RAMAH DENGAN MASYARKAT MEDAN AMPLAS APRIL 2012

TEMU RAMAH DENGAN MASYARKAT MEDAN AMPLAS APRIL 2012
 Masyarakat sangat antusias berdialog dengan saya,inilah mungkin kehendak masyarakat kita yang ingin terus berkomunikasi dengan wakil nya yang bertugas di DPRD/lembaga legislatif..tanpa terasa waktu yang panjang terasa singkat,kegiatan ini saya lakukan di jalan seksama kecamatan medan amplas bulan april 2012.dalam rangka mencari masukan dan menampung aspirasi masyarakat untuk saya jadikan bahan untuk diteruskan ke pemerintahan PEMKO MEDAN. kegiatan ini di hadiri kira-kira 150 orang yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga.masyarakat jalan seksama merupakan konstituen saya yang ikut membantu perolehan suara PKS pada masa PEMILU 2009.pelaksanaan acara ini di bantu oleh teman-teman saya dari pengurus dan kader DPC PKS kecamatan medan amplas.semoga saja dukungan masyarakat jalan seksama terus bersama PKS untuk PILGUBSU sampai PEMILU 2014.

nasehat ustadz yusuf qaradhawi


Nasihat Syeikh Yusuf Qaradhawi untuk Kaum Muslimin Terkait Film “IOM”

18/9/2012 | 01 Dhul-Qadah 1433 H | Hits: 6.799
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi.
dakwatuna.com – Doha. Syeikh Yusuf Qaradhawi turut berkomentar mengenai beredarnya film “IOM” di internet yang merupakan penghinaan atas nabi Muhammad SAW. Menurut Syeikh Qaradhawi, reaksi atas penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW adalah sah-sah saja dan hal tersebut merupakan sesuatu yang kita kehendaki. “Ini adalah kewajiban iman. Membela Nabi SAW adalah amal Islami. Namun, seorang muslim harus bertindak sesuai hukum Islam dan teladan dari Nabi SAW. Kita tidak boleh berbuat yang bertentangan dengan ajaran Nabi SAW, padahal kita menganggap sedang membela-Nya”, nasihatnya.
Beliau juga menasihati agar kaum Muslimin harus bisa mengontrol kemarahannya dan harus fokus kepada tujuan. Selanjutnya Qaradhawi menyatakan, “Kita harus menghentikan penghinaan ini dan menghukum mereka yang bertanggung jawab. Dalam menjalankan tujuan ini, kita harus menghindari tindakan yang justru mengundang penghinaan yang sama, dan alih-alih hanya akan melindungi mereka yang melakukan penghinaan dengan dalih kebebasan berekspresi.”
Menurut beliau, penghinaan atas keyakinan tidak memiliki tujuan lain kecuali menciptakan kekacauan. Beliau juga berpesan bahwa untuk menjawab provokasi ini jika dengan kekerasan hanya akan mewujudkan apa yang menjadi keinginan mereka, yaitu kekacauan.
Beliau juga menasihati bahwa momen ini justru harus dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk memperkenalkan tentang Nabi SAW. “Kewajiban muslim tidak hanya merespon penghinaan itu, namun juga memperkenalkan kehidupan, pesan moral dan nilai akhlak mulia Nabi kepada dunia”, pesan Qaradhawi.
Pada akhir taujihnya, Syeikh Qaradhawi mengatakan, “Serangan barbar atas kedutaan AS bukan merupakan ajaran Islam. Menurut hukum dan moralitas Islam yang kita wajib pegang teguh adalaah bahwa Duta Besar, para pedagang, atau individu dalam ikatan perjanjian yang masuk ke negara Muslim harus dijaga keselamatannya. Nabi SAW telah melarang membunuh utusan (atau duta besar).” (aiol/hdn)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/23000/nasihat-syeikh-yusuf-qaradhawi-untuk-kaum-muslimin-terkait-film-iom/#ixzz27eYki81K

Kamis, 01 Maret 2012

Penandatanganan Prolegda Gagal, Kinerja Baleg Dipertanyakan

Kinerja Badan Legislasi Daerah (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan  dipertanyakan menyusul batalnya penandatanganan nota kesepakatan bersama antara pemerintah Kota Medan dengan Dewan Peraturan Daerah (DPRD) Kota Medan  serta penandatanganan persetujuan keputusan DPRD Kota Medan tentang Program Legislasi Daerah (prolegda) Kota Medan Tahun 2012, yang dilaksanakan Selasa (28/02/2012) sore di ruang Rapat Paripurna gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.